Museum Keraton Sumenep

slide 1
Image Slide 2
Image Slide 1
Image Slide 3
PENDOPO
2
3
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow
MARI

MARI MENGENAL

SEJARAH

Museum Keraton Sumenep

 Museum keraton sumenep, merupakan satu-satunya museum yang ada di kota Sumenep. Dahulu museum keraton sumenep merupakah pusat kerajaan keraton sumenep, yang pada tanggal 9 Maret 1965 diresmikan menjadi Museum Keraton Sumenep oleh bupati Sumenep yang ke-9 yaitu Drs. Abdurrahman. Di dalam museum keraton sumenep ini memiliki beberapa komplek, yang terdiri dari 6 (enam) komplek dengan nilai sejarah masing-masing.

Balai Rato

  Balai Roto atau garasi kereta kencana merupakan bagian terluar dari Museum Keraton Sumenep yang merupakan tempat pertama yang akan dikunjungi oleh para pengunjung museum. Bagian ini merupakan tempat untuk para pengunjung melakukan proses administrasi atau pembelian tiket agar dapat berkunjung ke dalam area museum lainnya. Balai Roto menyimpan beberapa koleksi, mulai dari kereta kencana, foro para bupati dan sekretaris daerah Sumenep, lukisan para raja Sumenep, tempat tidur raja, meja dan kursi bangsawan, beberapa ragam hias dan ukiran asli asal Sumenep, dan sebuah Al-Qur’an dengan ukuran besar 4 meter x 3 meter dengan didalamnya masih ditulis tangan.

Kantor Koneng

  Kantor Koneng atau ruang kerja raja merupakan bagian yang berada di dalam kompleks Museum Keraton Sumenep. Bagian ini berada di barat dari kompleks keraton. Kantor Koneng saat ini difungsikan sebagai ruang penyimpanan dan pameran induk museum. Dahulu kala ruangan ini digunakan untuk para raja Sumenep sebagai tempat kerja mereka. Beberapa benda bersejarah yang terdapat di bagian ini yaitu alat-alat musik tradisional Sumenep, benda-benda keramik, keris, perlengkapan peperangan, benda-benda arkeologi dan peralatan rumah tangga kerajaan seperti mankok, piring, sendol dan masih banyak lagi.

Rumah Penyepen

  Rumah Panyepen Raja yang berada di sebelah barat Keraton, koleksi yang terdapat di lokasi museum ketiga adalah, beberapa perangkat kursi, tempat tidur, cermin besar, buffet, gamparan, stempel kerajaan, alat penyaring air, sendok keramik, wayang golek, wayang kulit, fosil (tulang tangan ikan duyung, gigi gajah, kerang, kayu dan batu), pakaian Raja dan Putri, sarung, dan sajadah dari kulit macan.

Pendopo Agung

   Pendopo (aula pertemuan) adalah aula yang berada di tengah kompleks istana yang digunakan untuk mengadakan pertemuan. Ini adalah bangunan sederhana namun unik yang dilengkapi dengan gaya yang indah. Bangunan yang menghubungkan pendopo ke istana disebut Mandiyoso. Ini adalah bangunan sekitar 25 meter dari istana ke Pendopo. Istana Sumenep terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki empat kamar. Dua di antaranya di sisi kanan dan yang lainnya di sebelah kiri. Lantai dua adalah tempat untuk menjaga para putri saat mereka akan menikah.

Taman Sare

   Taman Sare merupakan kolam tempat mandi untuk putri keraton yaitu Potre Koneng. Taman Sare dianggap tempat keramat oleh sebagian masyarakat dan pengunjung museum. Konon terdapat cerita sejarah yang mengatakan bahwa dahulu Potre Koneng menderita penyakit kulit yang teramat parah, lalu dia berendam di pemandian taman sare ini, dan ajaibnya setelah dia keluar dari pemandian semua penyakit kulitnya langsung sembuh dan tanpa meninggalkan bekas satupun di badan dari Potre Koneng.

MARI MENGENAL

SEJARAH

MARI MENGENAL

SEJARAH

Museum Keraton Sumenep

Museum keraton sumenep, merupakan satu-satunya museum yang ada di kota Sumenep. Dahulu museum keraton sumenep merupakah pusat kerajaan keraton sumenep, yang pada tanggal 9 Maret 1965 diresmikan menjadi Museum Keraton Sumenep oleh bupati Sumenep yang ke-9 yaitu Drs. Abdurrahman. Di dalam museum keraton sumenep ini memiliki beberapa komplek, yang terdiri dari 6 (enam) komplek dengan nilai sejarah masing-masing.

Balai Rato

Balai Roto atau garasi kereta kencana merupakan bagian terluar dari Museum Keraton Sumenep yang merupakan tempat pertama yang akan dikunjungi oleh para pengunjung museum. Bagian ini merupakan tempat untuk para pengunjung melakukan proses administrasi atau pembelian tiket agar dapat berkunjung ke dalam area museum lainnya. Balai Roto menyimpan beberapa koleksi, mulai dari kereta kencana, foro para bupati dan sekretaris daerah Sumenep, lukisan para raja Sumenep, tempat tidur raja, meja dan kursi bangsawan, beberapa ragam hias dan ukiran asli asal Sumenep, dan sebuah Al-Qur’an dengan ukuran besar 4 meter x 3 meter dengan didalamnya masih ditulis tangan.

Kantor Koneng

Kantor Koneng atau ruang kerja raja merupakan bagian yang berada di dalam kompleks Museum Keraton Sumenep. Bagian ini berada di barat dari kompleks keraton. Kantor Koneng saat ini difungsikan sebagai ruang penyimpanan dan pameran induk museum. Dahulu kala ruangan ini digunakan untuk para raja Sumenep sebagai tempat kerja mereka. Beberapa benda bersejarah yang terdapat di bagian ini yaitu alat-alat musik tradisional Sumenep, benda-benda keramik, keris, perlengkapan peperangan, benda-benda arkeologi dan peralatan rumah tangga kerajaan seperti mankok, piring, sendol dan masih banyak lagi.

Pendopo Agung

Pendopo (aula pertemuan) adalah aula yang berada di tengah kompleks istana yang digunakan untuk mengadakan pertemuan. Ini adalah bangunan sederhana namun unik yang dilengkapi dengan gaya yang indah. Bangunan yang menghubungkan pendopo ke istana disebut Mandiyoso. Ini adalah bangunan sekitar 25 meter dari istana ke Pendopo. Istana Sumenep terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki empat kamar. Dua di antaranya di sisi kanan dan yang lainnya di sebelah kiri. Lantai dua adalah tempat untuk menjaga para putri saat mereka akan menikah.

Rumah Penyepen

Rumah Panyepen Raja yang berada di sebelah barat Keraton, koleksi yang terdapat di lokasi museum ketiga adalah, beberapa perangkat kursi, tempat tidur, cermin besar, buffet, gamparan, stempel kerajaan, alat penyaring air, sendok keramik, wayang golek, wayang kulit, fosil (tulang tangan ikan duyung, gigi gajah, kerang, kayu dan batu), pakaian Raja dan Putri, sarung, dan sajadah dari kulit macan.

Taman Sare

Taman Sare merupakan kolam tempat mandi untuk putri keraton yaitu Potre Koneng. Taman Sare dianggap tempat keramat oleh sebagian masyarakat dan pengunjung museum. Konon terdapat cerita sejarah yang mengatakan bahwa dahulu Potre Koneng menderita penyakit kulit yang teramat parah, lalu dia berendam di pemandian taman sare ini, dan ajaibnya setelah dia keluar dari pemandian semua penyakit kulitnya langsung sembuh dan tanpa meninggalkan bekas satupun di badan dari Potre Koneng.

MARI MENGENAL

SEJARAH

LOGO_Icon Keraton Smenep_4

INI ADALAH SEJARAH KITA

Mari Kita Bersama-sama Melestarikan Budaya Asli dari Keraton Sumenep

"Kalau bukan kita, siapa lagi?"